Harga Di Perbatasan Yang Menghawatirkan

Secara ekonomi pemerintah Indonesia belum bisa hadir ditengah-tengah masyarakat perbatasan Kapuas Hulu. Terbukti, sebagian besar barang berupa sembako, minyak dan gas produk Malaysia.

Jauhnya kawasan perbatasan dari ibu kota provinsi merupakan salah satu kendala, jadi tak heran produk-produk dalam negeri seperti minyak dan gas lebih mahal ketimbang produk Malaysia.Elpiji 3 kg misalnya, di kecamata Puring Kencana di bandrol dengan harga Rp 50 ribu per tabung, demikian juga dengan produk-produk lain. Produk made in Malaysia selain murah, juga tahan lama pemakaiannya. Elpiji 12 kg produk Malaysia saja bisa di dapat dengan harga Rp 120-140 ribu/tebung. Demikian juga premium, dengan kualitas Pertamax atau Pertalite hanya Rp 10-12 ribu/liter dieceran.Harga Dispenser semua merk

bensin_malay

Seperti di ungkapkan F. Andam, warga Puring Kencana, belum lama ini ia membeli elpiji 3 kg dengan harga Rp 50 ribu pertabung. Selain mahal, elpiji 3 kg di kawasan perbatasan yakni di Kecamatan Empanang dan Kecamatan Puring Kencana juga langka. Gas dan BBM sebagian besar di suplay dari Kecamatan Badau.

“Beberapa hari lalu saya beli elpiji 3 kg harganya Rp 50 ribu/tabung,” ungkapnya.Dikatakan Andam, masyarakat Puring Kencana lebih suka menggunakan elpiji 12 kg, 14 kg dan 16 kg produk Malaysia. Karena elpiji produk dalam negeri lebih mahal dan tidak tahan pemakaiannya serta langka. Sementara elpiji produk Malaysia selain harganya murah, juga tahan lama pemakaiannya, terutama untuk tabung 12 kg ke atas.Daftar Harga Blender Murah

“Elpiji Malaysia yang 14 kg Rp 150 ribu/tabung,” tutur Andam.Demikian juga dengan BBM bensin, warga Puring Kencana dan Empanang lebih akrab dengan BBM Malaysia yang kualitasnya standar Pertamax dan Pertalite.“Kalau BBM kami jarang pakai BBM bensin Indonesia. Masyarakat perbatasan banyak menggunakan BBM Malaysia,” jelasnya. Selain mudah di dapat di kios eceran, BBM Malaysia juga murah dan kualitasnya lebih baik dari BBM besin Indonesia.

Sulitnya mendapatkan elpiji Indonesia di perbatasan juga dibenarkan ibu rumah tangga asal Puring, yakni Sabastiana Sarah. Menurutnya masyarakat perbatasan khususnya daerah Puring Kencana dan Kecamatan Empanang lebih familyar dengan BBM dan gas dari Malaysia. Selain mudah dapat, harga lebih murah.“Disini jarang orang pakai elpiji Indonesia, kebanyakan pakai elpiji Malaysia,” paparnya.

Ketika ditanya soal elpiji 3 kg, ibu rumah tangga ini seperti kebingungan, karena ia jarang melihat elpiji 3 kg Indonesia. “Disini elpiji 3 kg jarang orang pakai. Paling-paling ada di Badau ada elpiji 3 kg itu,” jelasnya. Begitu juga dengan BBM jenis bensin Indonesia. Juga jarang masyarakat menggunakan nya, karena kebanyakan BBM yang beredar di kawasan perbatasan Kapuas Hulu BBM dari Malaysia.

Diceritakan Sabastiana, BBM Malaysia sejenis bensin Indonesia dijual di kios-kios dengan harga Rp 10-12 ribu per liter.“BBM kami juga jarang pakai BBM Indonesia. BBM Malaysia selain murah, kualitasnya juga lebih baik,” katanya.Banyaknya produk Malaysia masuk kawasan perbatasan karena ada yang mengantar kepedagang dan barang itu dibawa langsung dari Malaysia menggunakan mobil.Harga Motor Honda Terbaru

Tingginya harga elpiji 3 kg di perbatasan juga disampaikan Samsuriadi warga Nanga Badau. Di katakannya di Badau elpiji 3 kg dibandrol dengan harga Rp 30-35 ribu setiap kali menukar pada warung pengecer. Sementara untuk elpiji 12 kg Indonesia jarang tersedia di toko-toko di Nanga Badau. “Kalau elpiji Indonesia termasuk kurang di Badau, yang banyak elpiji dari Malaysia,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Jojon ini mengatakan, elpiji Malaysia di datangkan dari Lubuk Antu, wilayah serawak bagian timur Malaysia yang merupakan daerah terdekat dengan desa Nanga Badau. Elpiji tersebut di bawa melalui pos PPLB Nanga Badau.“Kalau nukar langsung ke Lubuk Antu hanya 29 RM atau di rupiahkan kurang lebih Rp 90 ribu per tabung elpiji ukuran 14 Kg,” teranga mahasiswa UT ini.

Banyaknya barang-barang Malaysia termasuk BBM dan Gas dibenarkan Bambang, Camat Empanang. Dikatakan, BBM dan gas Indonesia sulit di dapatkan. Selain itu, harga juga cukup mahal, sementara gas dan BBM Malaysia mudah di dapat. Kualitas dan daya tahan pakai cukup lama. “Di Puring banyak warga menggunakan gas dan BBM Malaysia yang 14 kg Rp 150 ribu, pemakaiannya lama,” paparnya.

Bahkan, Bambang mengaku dirinya juga menggunakan elpiji Malaysia 14 kg. Masyarakat Empanang menggunakan elipiji dan BBM Malaysia karena mereka sudah terbiasa dengan produk Malaysia. Tak hanya elpiji dan gas. Aneka produk made in Malaysia berupa makanan dan minuman juga banyak dijual diperbatasan Kapuas Hulu ini, baik di Kecamatan Puring kencana, Empanang maupun di Badau.

Terpisah, Camat Batang Lupar Gunawas, S. Sos mengatakan, elpiji 3 kg di kecamatan Batang Lupar khususnya di Lanjak di jual dengan harga Rp 30 ribu per tabung. Hanya saja di Lanjak, stok elpiji 3 kg cukup tersedia dan tidak sulit di dapat.“Kalau di Lanjak ini elpiji Malaysia sudah agak kurang. Untuk elpiji 3 kg disini rata-rata dijual Rp 30 ribu per tabung dan stoknya juga masih ada,” terang Gunawan.

Gunawan menyebutkan, berbagai jenis makanan dan minuman dalam kemasan banyak dijual di Lanjak ibu kota Kecamatan Batang Lupar.“Masyarakat perbatasan sudah terbiasa membeli produk Malaysia,” jelasnya. Karena setiap toko-toko dan warung di kecamatan perbatasan dipastikan ada menjual aneka jenis makanan dan minuman dalam bentuk kemasan yang datangkan dari Malaysia.

Menurut Gunawan, tingginya harga elpiji Malaysia di Lanjak kota kecamatan Bantan Lupar diduga akibat ulah spekulan. Untuk itu ia berharap pemerintah daerah melalui dinas teknis terkait turun kelapangan. Demikian dengan pertamina Pontianak. “Saya berharap pertamina turun kelapangan. Jangan hanya bilang di Pontianak, kalau elpiji di Kalbar aman,” tutur alumni Fisipol Untan ini .

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: